Home » » DUA KISAH CALON AHLI NERAKA YANG MASUK SURGA

DUA KISAH CALON AHLI NERAKA YANG MASUK SURGA

Written By Unknown on Selasa, 20 Desember 2016 | 18.48


  • Imam al-Ghazali bertutur tentang dua kisah mengenai harapan akan ampunan ilahi dalam kitab Ihya. Izinkan saya kisahkan ulang di sini.
    Yahya bin Aktsam yang sudah wafat hadir dalam mimpi sahabatnya. Ditanyakan bagaimana keadaannya. Yahya berkata: “Tuhan menyebutkan semua dosaku“.
    Yahya ketakutan dan berkata: “Bukankah ada riwayat bahwa Engkau seperti dugaan hambaMu? Dan aku berbaik sangka Engkau tak akan menghukumku“.
    Yahya bacakan sanad riwayat tersebut di depan Tuhan. Tuhan membenarkan ucapannya. Dan karena berbaik sangka padaNya itulah maka Yahya diampuni.
    Ana ‘inda zhanni abdi bi (Aku sebagaimana persangkaan hambaKu saja). Marilah kita berprasangka baik bahwa Allah akan ampuni dosa-dosa kita. Sebesar apapun dosa kita, berbaiksangkalah Allah akan ampuni. Jangan putus asa dari rahmat dan kasih sayangNya.
    Kisah kedua yang dituturkan Imam al-Ghazali tentang harapan akan ampunan ilahi. Ada orang dari Bani Israil yang dimasukkan neraka selama 1000 tahun
    Dia terus menjerit memanggil Tuhan. Lantas Jibril diperintahkan membawanya kepada Allah. Allah bertanya: “Bagaimana tempatmu?“. “Jelek“, jawabnya.
    Tuhan menyuruh dia kembali masuk neraka. Dia berjalan keluar dan tiba-tiba membalik badannya kembali kepada Tuhan. Lalu ditanya, “Kenapa balik badan?“.
    Dia menjawab, “Karena aku benar-benar berharap Engkau tak kembalikan aku ke neraka setelah sejenak aku dikeluarkan“.
    Tuhan lalu perintahkan dia masuk surga karena ternyata dia masih punya harapan akan rahmat ilahi. Subhanallah.
    Imam al-Ghazali mengajak kita untuk memohon keselamatan lewat ampunan dan kasih sayang Allah. Mereka yang penuh dosa namun masih berharap pada-Nya akan dipeluk oleh kasih sayang-Nya.
    Para ustadz, teruslah menebar harapan akan ampunan ilahi. Jangan tutup pintu surga saat kami masih terus berprasangka baik padaNya
    Para ulama, jangan renggut harapan kami akan ampunanNya. Kami pernah berlari meninggalkanNya tapi kami masih bisa membalik badan kepadaNya
    Para habib, jangan pandang kami seperti manusia hina. Kalaupun kami pantas masuk neraka, kami tetap berharap dan berprasangka baik kepadaNya
    Mari kita tutup dengan doa: Allahumma innaka ‘afuwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna Ya Karim
    Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School
    Sumber: Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali pada pembahasan al-Khauf wa al-Raja', juz 4, 145-146.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : NU | GP. ANSOR | PP Muslimat NU
Copyright © 2011. LESBUMI NU TARAKAN - All Rights Reserved
Dukungan MUI dan Kota Tarakan
Proudly powered by Blogger
}); //]]>