Home » » Tahun Baru Islam Masjid Al-Mujahidin

Tahun Baru Islam Masjid Al-Mujahidin

Written By Unknown on Selasa, 15 November 2016 | 20.12

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh    

Bersama Kh slamet Basuki
Tgl 3/12/2016 Bertempat di mujahidin kampung bugis dalam
Segala puji hanya untuk Allah aza wa jalla Shalawat dan Taslim semoga tetap tercurah ke kunjungan kita nabi agung Muhammad saw
Sahabat Fillah saya mencoba merangkum apa yang udah di sampaikan oleh guru sekaligus orang tua kami yaitu kh Slamet Basuki
Peradaban Nusantara sebagai benteng penyanga negara ini itu harus ada 3 unsur yaitu madrasah, masjid , masyarakat 1; Madrasah ibaratnya adalah sawah ladang cocok tanam atau sumber kehidupan 2; Masjid ini adalah lumbungnya atau tempat penyimpanan bahan makanan atau tempat mengelolanya 3; Masyarakat atau manusia nya
Jadi ketiga tatanan ini harus saling ada tanpa ke tiga unsur ini di bumi tidak akan ada kehidupan yang kokoh,
Nah Inilah metode Nusantara kita sungguh sangat menakjubkan makanya marilah kita lestarikan kita dukung dan kita perjuangkan Jika yang punya harta mari berjuang dengan Harta nya ,jika yang kuat mari berjuang dengan tenaganya dan ,bagi yang dikaruniai ilmu mari berjuang dengan ilmu.
Untuk para anak anak ku yang lagi berjuang untuk mengamalkan ilmunya kepada santri Santri di masjid Al Mujahidin ini kalian jangan lupa akan MENGAJAR MELASI DAN DOA 1; Mengajar selain memberi materi ilmu juga harus memberi suri tauladan yang baik 2; MELASI ini harus dengan cara kasih sayang dan tulus 3; Mendoakan biar supaya usaha kita tidak sia sia maka jangan lupa untuk mendoKan anak murid kita
Bapak ibu yang di rahmati oleh Allah
Rasulullah Saw juga menjelaskan lima golongan manusia terkait ilmu, yang celaka adalah golongan kelima.
(قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتَهْلِكَ (رواه بيهقى
“Nabi Saw bersabda: Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR.Baihaqi).
Rasul Saw memerintahkan umatnya menjadi‘Alim (orang berilmu, guru, pengajar). Jika belum sanggup,  jadilah Muta’ammilan (orang yang menuntut ilmu, murid, pelajar, santri) atau menjadi pendengar yang baik (Mustami’an), paling tidak menjadi Muhabban –pecinta ilmu, simpatisan pengajian, donator lembaga dakwah dan pendirikan dengan harta, tenaga, atau pikiran, atau mendukung majelis-majelis ilmu.
Rasul Saw menegaskan, jangan jadi orang kelima (Khomisan), yaitu tidak jadi guru, murid, pendengar, juga tidak menjadi simpatisan atau supporter. Celakalah golongan kelima ini. “Fatahlik!” tegas beliau Saw. Wallahu a’lam. 

  • Wassalamu'alaikum warohmah
  • penulis .Ahmad Rofiq




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : NU | GP. ANSOR | PP Muslimat NU
Copyright © 2011. LESBUMI NU TARAKAN - All Rights Reserved
Dukungan MUI dan Kota Tarakan
Proudly powered by Blogger
}); //]]>